Perkembangan teknologi digital telah mengubah sistem komunikasi modern dengan hadirnya media sosial sebagai sarana utama interaksi. Komunikasi menjadi lebih cepat, luas, dan tidak terbatas ruang serta waktu, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti menurunnya kualitas interaksi tatap muka, ketergantungan teknologi, hoaks, dan ancaman privasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi siswa di SMA Negeri 1 Toraja Utara dalam perspektif interaksi sosial dan penggunaan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik survei daring melalui Google Forms yang melibatkan 20 responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran pola komunikasi dari komunikasi tatap muka menuju komunikasi digital yang lebih dominan menggunakan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Meskipun komunikasi digital memberikan kemudahan, fleksibilitas, dan kecepatan dalam bertukar informasi, namun ditemukan berbagai hambatan seperti kesalahpahaman akibat keterbatasan ekspresi nonverbal, penggunaan bahasa informal yang dominan, serta adanya rasa segan dalam berkomunikasi dengan guru. Selain itu, siswa cenderung menggunakan bahasa gaul dalam interaksi sehari-hari untuk membangun keakraban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan keseimbangan antara komunikasi digital dan komunikasi tatap muka serta peningkatan literasi digital agar kualitas komunikasi siswa tetap efektif, jelas, dan bermakna.
Copyrights © 2026