Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia dengan prevalensi tinggi, khususnya pada kasus infeksi sekunder yang beresiko menimbulkan manifestasi lebih berat. Perubahan jumlah trombosit dan nilai hematokrit sering digunakan sebagai indikator laboratorium, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan variasi temuan terkait hubungan keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit dengan nilai hematokrit pada pasien infeksi sekunder dengue di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosis infeksi sekunder dengue yang dikonfirmasi melalui pemeriksaan serologi IgG dan IgM positif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan uji univariat serta bivariat dengan korelasi Spearman. Pada penelitian ini ditemukan bahwa 79,3% pasien dengan infeksi dengue sekunder mengalami trombositopenia tanpa disertai hemokonsentrasi. Kesimpulan yang didapat adalah tidak terdapat hubungan jumlah trombosit dengan nilai hematokrit pada infeksi sekunder dengue.
Copyrights © 2026