Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan unsur tembaga (Cu)terhadap sifat mekanik dan struktur mikro aluminium hasil pengecoran. Aluminium memilikikeunggulan berupa massa jenis rendah, ketahanan korosi yang baik, serta mudah dibentuk, namunkekerasan dan kekuatannya masih terbatas sehingga diperlukan penambahan unsur paduan. Padapenelitian ini, aluminium sebanyak 1000 gram dicampur dengan tembaga sebanyak 200 gram melaluiproses pengecoran menggunakan tungku induksi. The casting was carried out twice and one of thecasting results had surface defects. Spesimen hasil coran kemudian dipreparasi untuk dilakukanpengujian kekerasan Vickers dan pengamatan struktur mikro. Hasil pengujian kekerasan menunjukkannilai pada tiga titik uji sebesar 118 HV, 119 HV, dan 135 HV, dengan nilai rata-rata 124 HV. Perbedaannilai kekerasan tersebut menunjukkan bahwa distribusi Cu dalam matriks aluminium belumsepenuhnya merata. Hasil pengamatan struktur mikro pada pembesaran 20x dan 40x menunjukkanadanya daerah terang dan gelap yang tersebar tidak seragam. Daerah terang diduga sebagai fasa α-Al,sedangkan daerah gelap diduga sebagai fasa kaya Cu atau fasa Al₂Cu yang terbentuk selama prosespembekuan. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan tembaga dapat memengaruhi peningkatankekerasan aluminium hasil pengecoran, namun proses pencampuran, pengaturan suhu, danpengendalian pengecoran masih perlu diperbaiki agar diperoleh struktur mikro dan sifat mekanik yanglebih seragam.
Copyrights © 2026