Latar belakang: Bullying dan cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang masih sering terjadi pada remaja sekolah menengah pertama (SMP) dan dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis, terutama kecemasan. Remaja yang menjadi korban perundungan cenderung mengalami perasaan takut, gelisah, rendah diri, serta kesulitan dalam berinteraksi sosial. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara bullying dan cyberbullying dengan kecemasan pada remaja SMP. Metode: literature review dengan pendekatan PRISMA, melalui penelusuran artikel pada Google Scholar menggunakan kata kunci bullying, cyberbullying, kecemasan, dan remaja SMP. Hasil pencarian awal menemukan 1.930 artikel yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, meliputi kesesuaian topik, subjek penelitian, ketersediaan artikel full text, serta rentang tahun publikasi 2024–2025. Setelah proses seleksi, diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil: menunjukkan bahwa empat dari lima penelitian menemukan adanya hubungan yang signifikan antara bullying dan kecemasan pada remaja SMP, dimana semakin tinggi pengalaman bullying yang dialami maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dirasakan. Bentuk bullying yang ditemukan meliputi bullying verbal, fisik, sosial, dan psikologis. Sementara itu, satu penelitian mengenai cyberbullying menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan kecemasan sosial. Kesimpulan: bahwa bullying memiliki hubungan dengan peningkatan kecemasan pada remaja SMP, sehingga diperlukan upaya pencegahan, edukasi, dan dukungan psikologis untuk mengurangi dampak negatif perundungan terhadap kesehatan mental remaja.
Copyrights © 2026