Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN CYBERBULLYING DENGAN KECEMASAN PADA REMAJA SMP: LITERATURE REVIEW Meisya Amelia; Siti Nafisatul Mutmainah; Sri Suryani; Gina Rosdiana Febriana; Siska Silviani zp; Lilis Lismayanti
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6273

Abstract

Latar belakang: Bullying dan cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang masih sering terjadi pada remaja sekolah menengah pertama (SMP) dan dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis, terutama kecemasan. Remaja yang menjadi korban perundungan cenderung mengalami perasaan takut, gelisah, rendah diri, serta kesulitan dalam berinteraksi sosial. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara bullying dan cyberbullying dengan kecemasan pada remaja SMP. Metode: literature review dengan pendekatan PRISMA, melalui penelusuran artikel pada Google Scholar menggunakan kata kunci bullying, cyberbullying, kecemasan, dan remaja SMP. Hasil pencarian awal menemukan 1.930 artikel yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, meliputi kesesuaian topik, subjek penelitian, ketersediaan artikel full text, serta rentang tahun publikasi 2024–2025. Setelah proses seleksi, diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil: menunjukkan bahwa empat dari lima penelitian menemukan adanya hubungan yang signifikan antara bullying dan kecemasan pada remaja SMP, dimana semakin tinggi pengalaman bullying yang dialami maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dirasakan. Bentuk bullying yang ditemukan meliputi bullying verbal, fisik, sosial, dan psikologis. Sementara itu, satu penelitian mengenai cyberbullying menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan kecemasan sosial. Kesimpulan: bahwa bullying memiliki hubungan dengan peningkatan kecemasan pada remaja SMP, sehingga diperlukan upaya pencegahan, edukasi, dan dukungan psikologis untuk mengurangi dampak negatif perundungan terhadap kesehatan mental remaja.
GERAKAN SEHAT CEGAH HIPERTENSI MELALUI PENYULUHAN, PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH, DAN SENAM HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN KARANGANYAR KOTA TASIKMALAYA Naila Aprillyani; Dila Ananda Herdiana; Silvia Rizki Nurcahyani; Rina Karlina; Kania Risnawati; Najma Fawaz Bilqisthi; Siti Nafisatul Mutmainah; Hana Sukmawati; Mohamad Tahqiq Abdul Jabbar; Beni Ahmad Yunan; Rois Bustomi; Lany Prasiska Aprianis; Hasya Syah Pradipta; Lutfi Barkah Ramadhan; Dhiya Aqillah Zain; Hasna Siti Nur Rahmah; Laisya Putri Maulida Rahmi; Intan Maulida; Herna Aulia; Fiani Septi Mutmainah
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 5 (2026): Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i5.12441

Abstract

Hypertension is a common health problem often referred to as a "silent killer" because it usually does not show obvious symptoms until complications arise. The Karanganyar Community Health Center (Puskesmas) working area in Kawalu District, Tasikmalaya City, is among the five locations with the highest hypertension rates in the city. The activity aimed to improve participants’ knowledge, awareness, and skills in preventing and controlling hypertension through health education, blood pressure screening, and hypertension exercise. The activity was conducted on August 9, 2026, at Madrasah Al-Muttahid, Karanganyar Village, Kawalu District, Tasikmalaya City, and involved 28 older adults. The activities consisted of preparation, health education, blood pressure screening, hypertension exercise practice, and evaluation through discussion and observation. The results indicated that participants showed better understanding of hypertension-related information and were able to follow the demonstrated hypertension exercise movements. Participants also demonstrated active involvement and enthusiasm throughout the activity. However, changes in blood pressure could not be evaluated optimally because blood pressure measurements were not conducted using a standardized pre- and post-exercise assessment. Therefore, the findings primarily describe participants’ understanding, participation, and ability to perform the exercise after the educational intervention