Abstrak: Latar belakang: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam pembentukan kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan karakter anak yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Namun, tingkat partisipasi PAUD di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi rumah tangga dan dinamika makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi pendidikan anak usia dini di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori (explanatory research) yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia. Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu menjelaskan hubungan kausal antarvariabel melalui pengujian statistik yang objektif. Dengan rentang waktu 2020–2024 dan 38 provinsi, jumlah observasi penelitian Adalah 190. Penelitian ini menggunakan partisipasi paud (Y) dan inflasi (X1) berpengaruh negatif kemudian pendapatan rumah tangga (X2) berpengaruh positif. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan faktor penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial dan peningkatan pendapatan keluarga guna mendukung partisipasi PAUD yang lebih luas dan berkelanjutan di Indonesia. Kata kunci: inflasi, pendapatan rumah tangga, partisipasi pendidikan, ekonomi rumah tangga, akses Pendidikan
Copyrights © 2026