Zulfahmi Syahputra Nasution
Universitas Satya Terra Bhinneka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Inflasi dan Pendapatan Rumah Tangga terhadap Partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia Zulfahmi Syahputra Nasution; Salsabila Hasiana Tanjung
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8947

Abstract

Abstrak: Latar belakang: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam pembentukan kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan karakter anak yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Namun, tingkat partisipasi PAUD di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi rumah tangga dan dinamika makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi pendidikan anak usia dini di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori (explanatory research) yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Indonesia. Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu menjelaskan hubungan kausal antarvariabel melalui pengujian statistik yang objektif. Dengan rentang waktu 2020–2024 dan 38 provinsi, jumlah observasi penelitian Adalah 190. Penelitian ini menggunakan partisipasi paud (Y) dan inflasi (X1) berpengaruh negatif kemudian pendapatan rumah tangga (X2) berpengaruh positif. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan faktor penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial dan peningkatan pendapatan keluarga guna mendukung partisipasi PAUD yang lebih luas dan berkelanjutan di Indonesia. Kata kunci: inflasi, pendapatan rumah tangga, partisipasi pendidikan, ekonomi rumah tangga, akses Pendidikan
Analysis of the Intent to Use QRIS Continuously by MSME Actors in North Sumatra Zulfahmi Syahputra Nasution; Arsy Annisa Asti
International Journal of Economics, Science, and Education Vol. 3 No. 1 (2026): International Journal of Economics, Science, and Education (IJESE)
Publisher : CV Pena Jaya Pers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65254/ijese.v2i6.51

Abstract

The digitization of payment systems is an important pillar in accelerating global financial inclusion. In Indonesia, the implementation of the Indonesian Standard QR Code (QRIS) by Bank Indonesia has accelerated the use of cashless payments, particularly in the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) sector. Although the initial adoption rate has increased rapidly, the main challenge lies in the continuance intention of micro-businesses, which are more sensitive to costs, risks, and business margins than other business segments. Previous studies have emphasized the initial adoption aspect, so that retention factors in micro MSMEs have not been explored in depth. This study develops an integrative model that combines Expectancy Theory and the variable of Trust to explain the intention to use QRIS sustainably among micro businesses. Expectancy Theory is used to capture rational motivation based on perceived value and expected outcomes, while Trust is included as a crucial factor given the high perception of digital transaction risk in the micro business segment. This study aims to examine the structural relationship between business expectations, valence, instrumentality, trust, and the intention to continue using QRIS. The research results are expected to contribute to the development of theory through the formulation of a more contextual technology acceptance model for micro-businesses. In practical terms, the findings of this study provide strategic recommendations for regulators and Payment Service Providers (PSPs) in designing interventions to increase the retention and sustainable use of QRIS in the micro-business sector.