Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola bermain anak sehingga permainan tradisional Jawa semakin jarang dimainkan. Padahal, permainan tradisional merupakan warisan budaya yang mengandung nilai pendidikan, sosial, dan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi permainan tradisional Jawa di era digital serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan strategi pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi di Desa Pesucen, Kabupaten Pemalang, dengan melibatkan tiga tokoh masyarakat dan satu orang tua sebagai narasumber. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional masih dikenal oleh sebagian anak, tetapi intensitas memainkannya menurun akibat tingginya penggunaan gawai, banyaknya permainan digital, dan kurangnya pengenalan dari keluarga maupun sekolah. Pelestarian permainan tradisional dapat dilakukan melalui kolaborasi keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Copyrights © 2026