Penyalahgunaan NAPZA memberikan dampak terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial individu sehingga proses pemulihan menjadi pengalaman yang penting untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman pemulihan individu dewasa pasca penggunaan NAPZA selama menjalani rehabilitasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan penelitian terdiri atas dua individu dewasa yang sedang menjalani rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya dan dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan IPA. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama, yaitu: (1) keterlibatan dalam penggunaan NAPZA dipengaruhi oleh tekanan situasional dan lingkungan sosial; (2) kesadaran sebagai titik balik menuju perubahan; (3) rehabilitasi sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan makna baru; dan (4) mempertahankan pemulihan melalui penguatan diri serta dukungan sosial. Temuan menunjukkan bahwa proses pemulihan berlangsung secara bertahap melalui refleksi diri, peningkatan kesadaran, pengalaman rehabilitasi, serta dukungan keluarga dan lingkungan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa layanan rehabilitasi dan bimbingan konseling perlu berorientasi pada penguatan motivasi intrinsik, strategi pencegahan kekambuhan, serta optimalisasi dukungan sosial untuk mendukung keberlanjutan pemulihan.
Copyrights © 2026