SAJARATUN : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah

Kesultanan Aceh Darussalam: Politik, Keilmuan Dan Jaringan Islam Global

Ikhlash Hidayatullah (UIN Sultan Syarif Kasim Riau)
Syamruddin Nasution (UIN Sultan Syarif Kasim Riau)



Article Info

Publish Date
18 Jun 2026

Abstract

Kesultanan Aceh Darussalam merupakan salah satu pusat peradaban Islam terpenting di Asia Tenggara pada abad ke-16 hingga ke-17 yang memainkan peran strategis dalam bidang politik, ekonomi, dan intelektual. Letak geografisnya yang berada di jalur perdagangan internasional menjadikan Aceh sebagai simpul interaksi antara dunia Timur Tengah, India, dan Nusantara, sekaligus sebagai pusat penyebaran Islam dan pengembangan keilmuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif dinamika sejarah Kesultanan Aceh Darussalam dengan menitikberatkan pada aspek politik, perkembangan keilmuan Islam, serta keterhubungannya dalam jaringan Islam global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah (historical research) yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk karya Anthony Reid, Denys Lombard, dan Azyumardi Azra, serta literatur pendukung lainnya yang relevan dengan kajian sejarah Islam Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Iskandar Muda (1607–1636), yang ditandai dengan ekspansi wilayah, penguatan sistem pemerintahan berbasis Islam, serta dominasi dalam perdagangan internasional. Dalam bidang keilmuan, Aceh berkembang sebagai pusat intelektual dengan hadirnya ulama-ulama besar seperti Hamzah Fansuri, Nuruddin ar-Raniri, dan Abdurrauf as-Singkili, yang berkontribusi dalam pembentukan tradisi keislaman di Nusantara. Selain itu, Aceh terintegrasi dalam jaringan ulama global yang menghubungkan kawasan Nusantara dengan pusat-pusat keilmuan di Timur Tengah. Namun demikian, kemunduran Aceh dipengaruhi oleh konflik internal, lemahnya stabilitas politik pasca Iskandar Muda, serta tekanan eksternal dari kekuatan kolonial Eropa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kesultanan Aceh Darussalam tidak hanya berperan sebagai kekuatan politik regional, tetapi juga sebagai pusat transmisi ilmu dan simpul jaringan Islam global yang berkontribusi besar dalam pembentukan identitas keislaman di Nusantara. Oleh karena itu, kajian terhadap Aceh memiliki relevansi penting dalam memahami dinamika sejarah Islam serta sebagai landasan reflektif dalam merespons tantangan keislaman kontemporer di Indonesia.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sajaratun

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Jurnal Sajaratun ini dulu diterbitkan pertama kali bulan Mei 2016 dengan nama Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Program Studi Pendidikan Sejarah UNIFLOR dan diterbitkan 2 kali setahun dalam bulan Mei dan November. Sekarang akan diterbitkan dengan nama SAJARATUN dan terbit pada ...