Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan akibat refluks asam lambung ke esofagus yang menimbulkan keluhan seperti heartburn dan regurgitasi. Mahasiswa keperawatan berisiko mengalami GERD karena pola makan yang tidak teratur serta tingginya stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan stres akademik dengan risiko GERD pada mahasiswa keperawatan di Universitas Widya Nusantara Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 211 mahasiswa, dengan teknik penentuan sampel menggunakan stratified random sampling. Jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 68 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Dari total 68 responden, sebanyak 26 orang (38,2%) diketahui memiliki pola makan yang kurang baik, sementara 47 responden (69,1%) mengalami tingkat stres akademik yang tinggi. Selain itu, sebanyak 49 responden (72,1%) dilaporkan mengalami gejala GERD. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pola makan dengan risiko terjadinya GERD (p = 0,001), serta hubungan signifikan antara stres akademik tinggi dan risiko GERD (p = 0,000). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pola makan serta tingkat stres akademik dengan risiko terjadinya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada mahasiswa keperawatan di Universitas Widya Nusantara Palu.
Copyrights © 2026