Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EDUKASI PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN METODE MOIST WOUND HEALING TERHADAP GANGGUAN INTEGRITAS KULIT PADA WARGA RT 02 DUSUN BAMBARABA DESA GUNUNG SARI Allan, Viere Allanled Siauta; Djuwartini; Elifa Ihda Rahmayanti; Ardianti; Bahira; Winda Kristin; Wanda Febrianti; Yuni Setiani Salakea; Yenuarti Nunik; Andi Putri Ayu; Anisa Rihan Fadilah; Moh Rendi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i1.3240

Abstract

The moist wound healing method is a method of wound care to keeps the wound moist and dries quickly. The method that uses pre-experimental design with one group pretest-posttest. The aim of the activity is to provide education to public about wound care using the moist wound healing method. The results of this activity that there an increase in level of knowledge in 30 respondents. Before education provided, respondents who had a good level of knowledge were 3 respondents and after the education provided knowledge of respondents increased to 22 respondents. While the respondents with a low level of knowledge before the education provided were 14 and after that decreased to 2 respondents. It is hope the local health service center will continue to provide regular education to increase knowledge and public health status. Keywords : wound care, moist wound healing
EDUKASI PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN METODE MOIST WOUND HEALING TERHADAP GANGGUAN INTEGRITAS KULIT PADA WARGA RT 02 DUSUN BAMBARABA DESA GUNUNG SARI Allan, Viere Allanled Siauta; Djuwartini; Elifa Ihda Rahmayanti; Ardianti; Bahira; Winda Kristin; Wanda Febrianti; Yuni Setiani Salakea; Yenuarti Nunik; Andi Putri Ayu; Anisa Rihan Fadilah; Moh Rendi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i1.3240

Abstract

The moist wound healing method is a method of wound care to keeps the wound moist and dries quickly. The method that uses pre-experimental design with one group pretest-posttest. The aim of the activity is to provide education to public about wound care using the moist wound healing method. The results of this activity that there an increase in level of knowledge in 30 respondents. Before education provided, respondents who had a good level of knowledge were 3 respondents and after the education provided knowledge of respondents increased to 22 respondents. While the respondents with a low level of knowledge before the education provided were 14 and after that decreased to 2 respondents. It is hope the local health service center will continue to provide regular education to increase knowledge and public health status. Keywords : wound care, moist wound healing
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemampuan Sosialisasi Pada Anak Prasekolah Di TK Dharma Wanita Lullu Lillah; Agnes Erlita Distriani Patade; Elifa Ihda Rahmayanti
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): GJIK - FEBRUARI s/d JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i1.983

Abstract

Pentingnya sosialisasi bagi setiap anak menjadi tanggung jawab orang tua, masyarakat dan pemerintah untuk mengajarkan dan mewariskannya kepada anak-anak. Namun, saat ini masih banyak orang tua, masyarakat dan pemerintah yang mengabaikan proses sosialisasi yang dialami oleh anak- anak. Akibatnya anak-anak tersebut kurang memahami perbedaan antara yang baik dan yang buruk. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada orang tua yang ada saat mengantar anaknya sekolah, dari 3 orang orang tua menyatakan tidak memahami bagaimana menilai kemampuan sosialisasi anak yang baik. Tujuan penelitian dianalisis adanya hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak prasekolah di TK Dharna Wanita Desa Lombonga . Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan penelitian deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 35 responden dengan teknik pengambilan sampel penelitian ini yaitu (Total Sampling). Hasil Penelitian dari 35 responden dengan menggunakan analisis Uji Chi-square diperoleh p-value =0.004 <p=0.05. Simpulannya ada hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak prasekolah di TK Dharma Wanita Desa Lombonga. Saran diharapkan lebih meningkatkan penerapan pola asuh yang baik dan benar terutama untuk masyarakat atau orang tua anak prasekolah ilmu pengetahuan dalam memberikan pola asuh anak yang baik dan benar, sehingga orang tua dapat memberikan pengasuhan yang tepat bagi anak. Kata Kunci : Pola Asuh, Kemampuan Sosialisasi
Hubungan Autonomy Support Dan Kompetensi Facilitation Terhadap Praktik Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Dhya Nazwa Maliha; Elin Hidayat; Elifa Ihda Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5230

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi kronis di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Pencegahan stunting sangat bergantung pada praktik masyarakat, yang dipengaruhi oleh interaksi dengan petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara Autonomy support dan Kompetensi Facilitation terhadap praktik pencegahan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro, Kabupaten Sigi. Metode : Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak dibawa Usia 5 tahun Di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro yang berjumlah 169 orang, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan jumlah 63 orang. Variabel penelitian ini yaitu Autonomy support dan Kompetensi Facilitation dan Pencegahan Stunting di ukur menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian : Hasil penelitian dari 63 orang menunjukkan ada hubungan Autonomy support Terhadap Praktik Pencegahan stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi dengan nilai Uji Chi Square di peroleh nilai p-value= 0,003. Ada Hubungan Kompetensi Facilitation Terhadap Praktik Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi dengan nilai Uji Chi Square di peroleh nilai p-value= 0,001. Simpulan : Ada Hubungan Autonomy support Dan Kompetensi Facilitation Terhadap Praktik Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi. Saran : Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dan institusi pelayanan kesehatan dalam meningkatkan praktik pencegahan stunting. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang berhubungan dengan pencegahan stunting dengan cakupan dan metode yang lebih luas.
Hubungan Pengetahuan dan Keterampilan Perawat tentang Triage dengan Respon Time di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Fitri Kurniawati; Elifa Ihda Rahmayanti; Benny H.L Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5153

Abstract

Latar Belakang: Triage merupakan komponen penting dalam pelayanan gawat darurat untuk menentukan prioritas penanganan pasien sesuai tingkat kegawatan. Kecepatan dan ketepatan perawat dalam melakukan triage berperan besar dalam menentukan respon time pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pengetahuan dan keterampilan perawat tentang triage menjadi faktor utama yang memengaruhi efektivitas dan kualitas pelayanan gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan keterampilan perawat tentang triage dengan respon time di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 perawat IGD yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan keterampilan triage serta lembar observasi respon time. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (53,3%), keterampilan baik (66,7%), dan respon time cepat (70%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan respon time (p = 0,004) dan keterampilan dengan respon time (p = 0,002). Simpulan: Pengetahuan dan keterampilan perawat tentang triage berhubungan signifikan dengan respon time di IGD RSUD Undata. Pelatihan triage secara berkala diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan gawat darurat.
Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD UNDATA Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Yosep Kristiana; Surianto; Elifa Ihda Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5452

Abstract

Prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) kerap memicu timbulnya kecemasan pada pasien karena berkaitan dengan kondisi kesehatan yang serius serta tindakan medis yang bersifat invasif. Tingkat pengetahuan pasien mengenai prosedur PCI memiliki peran yang kompleks dalam memengaruhi kecemasan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien sebelum menjalani Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik serta menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian mencakup rata-rata jumlah pasien pre Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah setiap bulan, yaitu sebanyak 70 orang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 responden, yang dipilih melalui teknik non-random sampling dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu sebesar 58,3%. Sementara itu, responden dengan pengetahuan cukup berjumlah 16,7%, dan pengetahuan baik sebesar 25%. Dari sisi tingkat kecemasan, mayoritas responden mengalami kecemasan berat, yaitu 66,7%, diikuti oleh kecemasan ringan sebesar 28,3%, dan kecemasan sedang sebanyak 5%. Uji statistik Spearman Rank menunjukkan nilai p sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,642, yang mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan. ada hubungan hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Perilaku Merokok pada Remaja Laki-Laki di SMKN 3 Palu: Penelitian Velisia Sariayu Lawuri; Djuwartini; Elifa Ihda Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5435

Abstract

Masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap berbagai tekanan psikologis, sosial, dan akademik yang dapat memicu perilaku berisiko, termasuk merokok. Stres yang dialami remaja sering mendorong penggunaan rokok sebagai mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres, perilaku merokok, serta hubungan antara keduanya pada remaja laki-laki di SMKN 3 Palu. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Pelaksanaan penelitian dilakukan di SMKN 3 Palu pada periode 04 hingga 11 Desember 2025. Subjek penelitian terdiri atas 573 siswa laki-laki kelas XII, dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan statistik p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat stres dalam kategori sedang (47,1%), sementara perilaku merokok paling banyak berada pada kategori berat (58,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dan perilaku merokok pada remaja, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Tingkat stres memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di SMKN 3 Palu.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Pra Lansia dan Lansia di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi: Penelitian Siti Zahra; Elifa Ihda Rahmayanti; Benny Harry L Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5597

Abstract

Kelompok pra lansia dan lansia memiliki kerentanan terhadap stres yang dipicu oleh perubahan fisik, kondisi psikologis, serta peran sosial seiring bertambahnya usia. Apabila stres tidak ditangani dengan baik, hal tersebut dapat mengganggu kualitas tidur dan berpengaruh negatif terhadap kesehatan tubuh maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada pra lansia dan lansia di Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan 94 responden pra lansia dan lansia yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Tingkat stres diukur dengan PSS-10, kualitas tidur dengan PSQI, dan data dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank. Sebagian besar responden berada pada kategori stres sedang (84,0%) dan memiliki kualitas tidur yang kurang baik (72,3%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat stres dan kualitas tidur (p = 0,009; r = 0,269), di mana peningkatan stres berkaitan dengan penurunan kualitas tidur. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada pra lansia dan lansia di Desa Karawana.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pencegahan Ulkus Diabetikum pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD UNDATA Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Vidya A. Ismail; Siti Yartin; Elifa Ihda Rahmayanti; Sisilia Rammang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pencegahan ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 47 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (42,6%), sikap positif (78,7%), dan tindakan pencegahan ulkus yang positif (89,4%). Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan ulkus diabetikum (p-value = 0,002) dengan kekuatan korelasi sedang (0,435), serta hubungan yang signifikan antara sikap dengan pencegahan ulkus diabetikum (p-value = 0,001) dengan kekuatan korelasi yang kuat (0,664). Simpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan dan semakin positif sikap pasien, maka semakin efektif pula tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi risiko ulkus diabetikum.
Hubungan Durasi Paparan Screen Time Dengan Perilaku Emosional Pada Anak Usia Prasekolah di TK Mutiara Hati Kota Palu: Penelitian Elsa Dwi Putri Oktavianti; Waode Fitrah Sari; Elifa Ihda Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5729

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan meningkatnya penggunaan perangkat digital pada anak usia prasekolah. Kondisi ini membuat durasi paparan screen time menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi paparan screen time dengan perilaku emosional anak usia prasekolah di TK Mutiara Hati Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 61 anak yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi screen time dan kuesioner perilaku emosional anak. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki durasi paparan screen time kategori tinggi (50,8%) dan perilaku emosional berada pada kategori berat (45,9%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value 0,000 dan r-value 0,770, yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara durasi paparan screen time dengan perilaku emosional anak. Semakin tinggi durasi paparan screen time, semakin besar risiko munculnya masalah perilaku emosional pada anak usia prasekolah. Pihak TK Mutiara Hati Kota Palu diharapkan melakukan pendampingan dan pemantauan rutin terhadap penggunaan screen time pada anak. Selain itu, perlu diberikan edukasi kepada orang tua terkait batasan penggunaan gadget sesuai usia serta penyelenggaraan penyuluhan atau kelas parenting secara berkala untuk mendukung perkembangan emosional anak secara optimal.