Musik gereja merupakan bagian penting dalam kehidupan peribadahan karena berfungsi sebagai media ekspresi iman, penguatan identitas gereja, dan penyampaian nilai-nilai teologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan fungsi penggunaan, struktur musikal, serta makna tekstual Mars Huria Kristen Indonesia (HKI) dan Mars Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Desa Hutabarat Partali Toruan, Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian mencakup unsur jemaat dan pelayan gereja yang terkait dengan penggunaan kedua lagu mars, sedangkan informan dipilih melalui purposive sampling sebanyak enam orang yang terdiri atas pendeta, pelayan musik, dan jemaat. Instrumen penelitian meliputi peneliti, pedoman observasi, pedoman wawancara, dokumentasi, notasi musik, dan teks lirik. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, teori struktur musikal William P. Malm, semiotika Roland Barthes, serta teori fungsi musik Alan P. Merriam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lagu mars berfungsi sebagai media ekspresi iman, penguatan identitas gereja, dan pengikat solidaritas jemaat. Mars HKI memiliki karakter musikal yang lebih variatif dan ekspresif, sedangkan Mars GKPI lebih stabil dan teratur. Kesimpulannya, unsur musikal dan tekstual pada kedua lagu saling mendukung dalam membangun identitas denominasi, menyampaikan pesan teologis, serta memperkuat kehidupan religius dan sosial jemaat.
Copyrights © 2026