Transformasi digital pelayanan kesehatan di Indonesia telah menempatkan aplikasi Mobile JKN sebagai instrumen penting dalam mempermudah akses peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Meskipun demikian, pemanfaatan aplikasi tersebut di rumah sakit belum optimal akibat rendahnya literasi digital pasien dan minimnya edukasi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran tenaga administrasi kesehatan sebagai promotor kesehatan dalam model edukasi penggunaan Mobile JKN di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah pasien rawat jalan pengguna JKN, dengan sampel 120 responden yang dipilih melalui accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data mencakup univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik) dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi penggunaan Mobile JKN (p=0,001; OR=4,85), kemampuan komunikasi tenaga administrasi (p=0,008; OR=3,62), intensitas promosi kesehatan (p=0,023; OR=2,87), dan literasi digital pasien (p<0,001; OR=6,24) berhubungan signifikan dengan pemanfaatan Mobile JKN. Analisis multivariat menetapkan literasi digital pasien sebagai variabel paling dominan (OR adjusted=5,89; 95% CI: 2,34–14,82). Disimpulkan bahwa tenaga administrasi kesehatan berperan strategis sebagai promotor kesehatan dalam meningkatkan pemanfaatan Mobile JKN. Model edukasi terintegrasi disarankan diterapkan sebagai standar layanan digital rumah sakit untuk memperkuat implementasi kebijakan transformasi digital kesehatan.
Copyrights © 2026