Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk konflik peran dan strategi self-management yang diintegrasikan nilai spiritual pada mahasantri pekerja dan aktivis di Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis, data dikumpulkan melalui wawancara tertulis esai terbuka kepada 2 informan kunci hasil purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan mahasantri mengalami benturan jadwal yang padat akibat quadruple-role. Namun konflik diselesaikan dengan menjadikan nilai keikhlasan, amanah, sabar, dan adab sebagai kompas etis. Secara praktis, self-management diterapkan melalui Google Calendar, notes HP, dan skala prioritas tertulis. Kegiatan mengaji dan salat berjamaah bertransformasi menjadi ruang spiritual recharge sekaligus mekanisme self-healing untuk mencegah burnout. Studi ini menyimpulkan bahwa nilai spiritual pesantren tidak menghambat aktivitas keduniawian, melainkan menjadi basis penguat keberhasilan manajemen diri mahasiswa multidimensi
Copyrights © 2026