Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi tinggi di Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penyebab utama yang memerlukan intervensi berbasis edukasi. Tujuan: Menganalisis pengaruh konseling terhadap kepatuhan konsumsi TTD dan perubahan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil di Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pretest–posttest control group. Sampel berjumlah 60 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih dengan consecutive sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Kelompok intervensi memperoleh konseling individual 30–45 menit menggunakan leaflet, flipchart, dan buku KIA, disertai reminder mingguan melalui WhatsApp selama 30 hari. Kadar Hb diukur menggunakan Hemocue Digital, kepatuhan diukur dengan kuesioner terstandar. Analisis meliputi uji Paired t-test, Independent t-test, dan ANCOVA. Hasil: Rata-rata skor kepatuhan pada kelompok intervensi meningkat dari 4,87±1,22 menjadi 8,43±0,97, sedangkan kelompok kontrol dari 4,73±1,31 menjadi 5,90±1,45 (p<0,001). Kadar Hb kelompok intervensi meningkat dari 10,42±0,71 g/dL menjadi 11,68±0,63 g/dL, sementara kelompok kontrol dari 10,48±0,68 menjadi 10,79±0,74 g/dL (p<0,001). Konseling terbukti menjadi faktor paling berpengaruh terhadap perubahan Hb (β=0,612; p<0,001) setelah dikontrol variabel perancu. Kesimpulan: Konseling terstruktur berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi TTD dan kadar hemoglobin ibu hamil serta efektif mencegah anemia.
Copyrights © 2026