Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui struktur populasi ternak domba di Kabupaten Rote Ndao, 2) mengetahui dinamika populasi ternak domba di Kabupaten Rote Ndao, dan 3) merumuskan strategi pemerintah dalam rangka pengembangan populasi ternak domba di Kabupaten Rote Ndao. Teknik pengambilan contoh dilakukan secara purposive sampling, diperoleh 2 desa contoh yaitu Desa Fatelilo dan Desa Pengodua. Selanjutnya penentuan responden contoh secara acak non proporsional, dimana setiap desa contoh diambil 40 peternak sebagai responden dan diperoleh 80 responden. Pengumpulan data menggunakan metode survei, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ternak domba di Kabupaten Rote Ndao tahun 2025 didominasi betina dewasa (45,28%) dengan total populasi menurun dari 1.625 menjadi 1.376 ekor, menunjukkan pertumbuhan negatif akibat tingginya angka kematian (6,89%) terutama pada fase anak (lamb), serta pengeluaran ternak melalui penjualan (3,05%), konsumsi (1,02%), dan kebutuhan adat. Analisis SWOT menunjukkan adanya kekuatan pada kemampuan peternak dan adaptasi ternak, namun terkendala sistem pemeliharaan tradisional, keterbatasan pakan, dan penyakit; dengan nilai IFE 0,30 dan EFE 0,42, pengembangan berada pada Kuadran I (strategi agresif/SO) melalui optimalisasi potensi genetik dan dukungan program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas. Untuk menekan angka kematian anak domba, disarankan anak domba dipelihara bersama induknya di kandang hingga cukup kuat sebelum digembalakan agar lebih terlindungi dari penyakit, cuaca ekstrim, dan predator.
Copyrights © 2026