Kemampuan menyusun struktur Bahasa Indonesia merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar agar mampu menyusun kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Namun, hasil observasi awal di kelas IV SD Islam Darul Ilmi Obel-Obel menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyusun struktur bahasa masih rendah karena proses pembelajaran didominasi metode konvensional sehingga siswa kurang aktif dan kurang termotivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyusun struktur Bahasa Indonesia melalui penerapan metode Games Based Learning (GBL) pada siswa kelas IV SD Islam Darul Ilmi Obel-Obel. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes (pretest dan posttest), serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menyusun struktur Bahasa Indonesia, ditandai dengan persentase ketuntasan belajar pada prasiklus sebesar 62,5% dengan nilai rata-rata 69,37, meningkat menjadi 75% dengan nilai rata-rata 76,87 pada siklus I, dan mencapai 100% dengan nilai rata-rata 93,8 pada siklus II. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan aktivitas guru sebesar 81,25% dengan kategori baik dan aktivitas siswa sebesar 76,16% dengan kategori cukup. Dengan demikian, penerapan metode Games Based Learning (GBL) terbukti mampu meningkatkan kemampuan menyusun struktur Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SD Islam Darul Ilmi Obel-Obel.
Copyrights © 2026