Desa Mentarang Baru, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau memiliki potensi biodiversitas tanaman buah tropis yang tinggi, namun pemanfaatannya belum diarahkan secara optimal untuk mendukung perekonomian masyarakat. Sebagian besar tanaman buah yang dibudidayakan warga masih berasal dari bibit asalan (bibit biji) dengan mutu genetik rendah, masa berbuah yang lama, dan produktivitas yang tidak seragam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengintroduksikan keanekaragaman jenis bibit tanaman buah unggulan, meliputi jeruk pamelo, mangga miyazaki, alpukat, alpukat red vietnam, leci, jeruk santang madu, apel india, ceri vietnam, mangga kiajoy, juwet hitam, juwet putih, dan pir asia cangkok, sebagai upaya diversifikasi sumber pendapatan sekaligus pelestarian kekayaan hayati lokal. Metode yang digunakan meliputi survei partisipatif, penyuluhan, dan pemeliharaan, serta pendampingan berkelanjutan terhadap kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memilih dan merawat bibit unggul, tumbuhnya minat budi daya tanaman buah sebagai usaha sampingan, serta terbentuknya kebun percontohan (demplot) berisi dua belas jenis bibit unggulan sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Introduksi biodiversitas bibit unggul ini diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas kebun masyarakat serta membuka peluang diversifikasi ekonomi rumah tangga di Desa Mentarang Baru dalam jangka menengah hingga panjang.
Copyrights © 2026