Kinerja pegawai merupakan salah satu indikator utama keberhasilan organisasi pemerintah dalam mencapai tujuannya, sehingga beban kerja perlu dikelola secara proporsional untuk menjaga kinerja tetap optimal. Biro Ortala Setjen Kemhan RI menunjukkan indikasi peningkatan beban kerja akibat keterbatasan SDM, distribusi tugas yang belum optimal, dan kondisi ruang kerja yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja terhadap kinerja pegawai Biro Ortala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui SPSS versi 27. Hasil penelitian mengungkap bahwa beban kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Biro Ortala (Sig. 0,000 < 0,05), dengan koefisien korelasi sebesar -0,714 yang menunjukkan hubungan kuat dan berarah negatif. Koefisien determinasi sebesar 51% menunjukkan kontribusi beban kerja terhadap variasi kinerja pegawai, sedangkan faktor lain di luar model memengaruhi 49% sisanya. Temuan ini mengungkap bahwa peningkatan beban kerja yang diterima pegawai diikuti oleh penurunan kinerja pegawainya, dengan beban mental dan fisik sebagai faktor dominan mempengaruhi penurunan tersebut.
Copyrights © 2026