Bencana banjir dan longsor yang melanda Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada November–Desember 2025 menyebabkan kerusakan signifikan pada destinasi wisata dan infrastruktur kelompok pengelola wisata. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merehabilitasi destinasi wisata dan memperkuat kapasitas mitigasi bencana Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nagari Maninjau. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui lima tahapan: sosialisasi, survei lapangan, rehabilitasi fisik, penyusunan peta, dan pelatihan tanggap bencana. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi gotong royong rehabilitasi destinasi Pemandian Aia Angek dan Air Terjun Sarasah Badarun, pembuatan peta wisata, kuliner, dan penginapan, penyusunan peta rawan bencana dan jalur evakuasi Jorong Gasang Nagari Maninjau untuk mitigasi, serta pengadaan perlengkapan tanggap bencana. Hasil program menunjukkan dua destinasi berhasil direhabilitasi, peta wisata dan peta rawan bencana tersedia di titik strategis, serta terjadi peningkatan pemahaman anggota Pokdarwis terhadap peta rawan bencana, jalur evakuasi, dan penggunaan perlengkapan tanggap bencana. Hasil evaluasi terhadap 20 orang anggota Pokdarwis menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 55 pada pre-test menjadi 80 pada post-test. Selain itu, seluruh perlengkapan tanggap bencana diserahterimakan kepada mitra. Program ini berkontribusi pada pemulihan ekonomi lokal berbasis pariwisata dan penguatan ketangguhan komunitas wisata dalam menghadapi ancaman bencana di masa mendatang
Copyrights © 2026