Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rehabilitasi Destinasi Wisata dan Penguatan Kapasitas Mitigasi Bencana Pokdarwis Nagari Maninjau Melalui Program Mahasiswa Berdampak Helga Yermadona; Dytchia Septi Kesuma; Eddi Novra; Selpa Dewi; Moch Abdi; Muhammad Yusuf Yuskha; Panji Satria Dirgantara; Aprizon Aprizon; Besrizal Besrizal
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i2.8458

Abstract

Bencana banjir dan longsor yang melanda Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada November–Desember 2025 menyebabkan kerusakan signifikan pada destinasi wisata dan infrastruktur kelompok pengelola wisata. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merehabilitasi destinasi wisata dan memperkuat kapasitas mitigasi bencana Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nagari Maninjau. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui lima tahapan: sosialisasi, survei lapangan, rehabilitasi fisik, penyusunan peta, dan pelatihan tanggap bencana. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi gotong royong rehabilitasi destinasi Pemandian Aia Angek dan Air Terjun Sarasah Badarun, pembuatan peta wisata, kuliner, dan penginapan, penyusunan peta rawan bencana dan jalur evakuasi Jorong Gasang Nagari Maninjau untuk mitigasi, serta pengadaan perlengkapan tanggap bencana. Hasil program menunjukkan dua destinasi berhasil direhabilitasi, peta wisata dan peta rawan bencana tersedia di titik strategis, serta terjadi peningkatan pemahaman anggota Pokdarwis terhadap peta rawan bencana, jalur evakuasi, dan penggunaan perlengkapan tanggap bencana. Hasil evaluasi terhadap 20 orang anggota Pokdarwis menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 55 pada pre-test menjadi 80 pada post-test. Selain itu, seluruh perlengkapan tanggap bencana diserahterimakan kepada mitra. Program ini berkontribusi pada pemulihan ekonomi lokal berbasis pariwisata dan penguatan ketangguhan komunitas wisata dalam menghadapi ancaman bencana di masa mendatang