Kebakaran merupakan salah satu bencana yang dapat terjadi kapan saja dan menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa apabila tidak ditangani dengan baik. Lingkungan sekolah memiliki potensi risiko kebakaran yang berasal dari instalasi listrik, laboratorium, kantin, maupun aktivitas pembelajaran yang melibatkan penggunaan peralatan elektronik. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan warga sekolah dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran dapat meningkatkan risiko terjadinya korban dan kerugian yang lebih besar. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan dan simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan guru serta siswa SMA Negeri 15 Medan dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran melalui pelatihan dan simulasi penggunaan APAR. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan simulasi tanggap darurat kebakaran. Peserta kegiatan terdiri atas guru dan siswa yang diberikan materi mengenai teori dasar kebakaran, klasifikasi kebakaran, jenis-jenis APAR, prosedur penggunaan APAR, serta langkah-langkah evakuasi saat terjadi kebakaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai bahaya kebakaran dan prosedur penggunaan APAR. Peserta mampu mempraktikkan teknik penggunaan APAR dengan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) secara benar. Simulasi tanggap darurat juga meningkatkan kemampuan koordinasi dan respons peserta dalam menghadapi situasi kebakaran. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026