Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan stres kerja pada Bintara di Polda Jambi. Karakteristik konten yang singkat dan cepat diduga dapat Stres kerja merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering dialami oleh anggota kepolisian akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi, sehingga diperlukan kemampuan pengelolaan emosi yang baik. Kematangan emosi menjadi salah satu faktor penting yang diduga berperan dalam menekan tingkat stres kerja pada anggota kepolisian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p = 0,000; p < 0,05), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji nonparametrik, yaitu uji Spearman. Subjek penelitian adalah anggota Bintara Polda Jambi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara kematangan emosi dan stres kerja pada Bintara di Polda Jambi. dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = –0,398 (p = 0,000 < 0,05), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan hubungan yang rendah. Secara deskriptif, kematangan emosi berada pada kategori sedang, sedangkan stres kerja berada pada kategori rendah. Selain itu, hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan usia (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa kematangan emosi memiliki hubungan negatif dengan stres kerja. Semakin tinggi kematangan emosi, maka semakin rendah tingkat stres kerja yang dialami. Individu dengan kematangan emosi yang baik cenderung mampu mengelola emosi, mengendalikan diri, serta merespons tekanan pekerjaan secara lebih adaptif. Oleh karena itu, kematangan emosi menjadi faktor penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan kinerja anggota kepolisian.
Copyrights © 2026