Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SHORT-FORM VIDEO DENGAN KEMAMPUAN DELAY OF GRATIFICATION PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Adinda Aisah Putri; Annisa Andriani; Jelpa Periantalo; Dessy Pramudiani
SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sengkuni.7.1.9-18

Abstract

Penelitian ini berangkat dari penggunaan media digital berbasis short-form video seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts yang semakin meningkat di kalangan individu dewasa awal. Karakteristik konten yang singkat dan cepat diduga dapat memengaruhi kemampuan individu dalam menunda kepuasan atau delay of gratification. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hubungan antara intensitas penggunaan short-form video dengan kemampuan delay of gratification pada individu dewasa awal. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dengan subjek penelitian berjumlah 116 individu berusia 19–30 tahun yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Instrumen penelitian menggunakan skala Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok milik Azhar (2023) yang dimodifikasi, dan adaptasi skala Delayed Gratification Inventory (DGI) milik Hoeger (2010). Data dianalisis menggunakan analisis uji korelasi Pearson Product Moment untuk menguji hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan dengan tingkat sedang, antara intensitas penggunaan short-form video dengan delay of gratification (r=-0,487; p 0.000 < 0.05 ).Hubungan negatif yang signifikan antara kedua variabel dapat diartikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan short-form video, maka semakin rendah kemampuan individu dalam menunda kepuasan, dan sebaliknya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menelaah lebih lanjut mengenai besaran kontribusi dari kedua variabel dalam mempengaruhi satu sama lain, serta mempertimbangkan kontribusi dari variabel lainnya seperti kontrol diri, regulasi emosi, dan impulsivitas.
Peran Trait MindfulnesS terhadap Kecenderungan Perilaku Cyberchondria pada Generasi Z Aditya Rahman; Annisa Andriani; Annisa Dianesti Dewi; Nurul Hafizah
SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sengkuni.7.1.19-28

Abstract

Penelitian Perkembangan internet yang pesat membuat generasi Z semakin mudah mengakses informasi kesehatan melalui internet. Namun, rendahnya kemampuan dalam menyebarkan informasi kesehatan di internet dapat menyebabkan kecenderungan perilaku cyberchondria . Salah satu faktor psikologis yang berperan dalam menekan kecenderungan perilaku cyberchondria adalah trait mindfulness . Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji seberapa besar kontribusi sifat mindfulness terhadap kecenderungan perilaku cyberchondria . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional kausal, melibatkan populasi generasi Z dengan sampel sebanyak 170 responden, pengumpulan data melalui media google form yang berisi alat ukur Five Facets Mindfulness Questionnaire dan Cyberchondria Severity Scale , kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kontribusi yang signifikan pada sifat mindfulness terhadap kecenderungan perilaku cyberchondria . Oleh karena itu, hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh antara sifat mindfulness terhadap kecenderungan perilaku cyberchondria dapat diterima.
Hubungan Antara Emosi dan Stres Kerja pada Bintara di Polda Jambi Harry Kuntara Sugianto; Rion Nofrianda; Annisa Andriani
SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sengkuni.7.1.29-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan stres kerja pada Bintara di Polda Jambi. Karakteristik konten yang singkat dan cepat diduga dapat Stres kerja merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering dialami oleh anggota kepolisian akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi, sehingga diperlukan kemampuan pengelolaan emosi yang baik. Kematangan emosi menjadi salah satu faktor penting yang diduga berperan dalam menekan tingkat stres kerja pada anggota kepolisian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p = 0,000; p < 0,05), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji nonparametrik, yaitu uji Spearman. Subjek penelitian adalah anggota Bintara Polda Jambi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara kematangan emosi dan stres kerja pada Bintara di Polda Jambi. dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = –0,398 (p = 0,000 < 0,05), dengan arah hubungan negatif dan kekuatan hubungan yang rendah. Secara deskriptif, kematangan emosi berada pada kategori sedang, sedangkan stres kerja berada pada kategori rendah. Selain itu, hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan usia (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa kematangan emosi memiliki hubungan negatif dengan stres kerja. Semakin tinggi kematangan emosi, maka semakin rendah tingkat stres kerja yang dialami. Individu dengan kematangan emosi yang baik cenderung mampu mengelola emosi, mengendalikan diri, serta merespons tekanan pekerjaan secara lebih adaptif. Oleh karena itu, kematangan emosi menjadi faktor penting dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan kinerja anggota kepolisian.