Latar Belakang: Keterlambatan penyerahan berkas klaim pasien rawat inap disebabkan karena berkas rekam medis yang kembali dari bangsal rawat inap tidak lengkap sehingga harus dikembalikan untuk dilengkapi oleh dokter penanggung jawab. Sedangkan keterlambatan klaim BPJS untuk pasien rawat jalan disebabkan karena persyaratan dan ketentuan administrasi klaim yang selalu berubah-ubah membuat banyak berkas klaim yang dikembalikan oleh verifikator sehingga prosesnya menjadi terhambat. Apabila terjadi keterlambatan penyerahan berkas klaim, maka berkas klaim tersebut akan di-pending penyerahanya dan akan diikutsertakan pada proses klaim bulan selanjutnya.Tujuan: mengetahui penyebab terjadinya keterlambatan penyerahan berkas klaim BPJS kepada verifikator independen di Rumah Sakit Panti NugrohoMetode: diskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian studi kasus. Subyek yang menjadi penelitian ini adalah petugas yang terlibat secara langsung dalam proses klaim. Obyek yang menjadi penelitian ini adalah pengajuan berkas klaim pasien rawat jalan dan rawat inap dengan cara bayar BPJS.Hasil: Proses pelaksanaan klaim BPJS di Rumah Sakit Panti Nugroho sudah lancar tetapi masih terdapat berkas klaim yang diserahkan terlambat. Faktor penyebab keterlambatan klaim berasal dari faktor man adalah petugas verifikator kelengkapan awal, dokter, dan petugas pengodean. Faktor machine adalah karena SIMRS belum terintegrasi dengan INA-CBG. Methode adalah karena implementasi SPO yang belum lancar. Faktor materials karena persyaratan yang tidak sesuai. Upaya yang telah dilakukan oleh petugas pada faktor man adalah melakukan sosialisasi pada pasien, berkomunikasi dengan dokter, mengupayakan perekrutan. Machine adalah melakukan back-up data. Faktor methode adalah membentuk tim BPJS di Rumah sakit Panti Nugroho.
Copyrights © 2016