Usaha benih ikan kerapu pada nursery alami di Desa Pengujan memiliki potensi maritim menjanjikan, namun pemasaran masih bergantung pada metode konvensional dan WhatsApp pribadi. Hal ini membatasi jangkauan pasar dan membuat usaha kalah saing dengan nursery indoor. Kegiatan pengabdian ini fokus pada pendampingan digital marketing untuk mengatasi kendala tersebut. Metodenya meliputi survei, edukasi, serta pelatihan praktis membuat konten menggunakan Canva dan CapCut yang terintegrasi dengan kegiatan harian tambak. Hasilnya, literasi digital mitra berubah nyata, ditandai dengan aktifnya akun TikTok dan Instagram, penggunaan WhatsApp Business, serta inisiasi website. Evaluasi juga menunjukkan mitra kini lebih mampu mengelola pemasaran digital secara mandiri. Kedepannya, usaha ini diharapkan bisa menjangkau pasar lebih luas, penjualan meningkat, dan daya saing maritim semakin kuat.
Copyrights © 2026