Profesi nelayan merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, terutama pada masyarakat pesisir yang masih menggunakan metode tradisional. Aktivitas melaut yang melibatkan penggunaan alat tangkap tajam, paparan cuaca ekstrem, serta risiko cedera akibat hewan laut menuntut adanya kesiapsiagaan dalam penanganan keadaan darurat. Namun, berdasarkan hasil observasi di RT 06 Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, sebagian besar nelayan belum memiliki pemahaman memadai mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) serta belum tersedianya perlengkapan P3K standar di kapal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam melakukan tindakan pertolongan pertama secara cepat dan tepat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, simulasi praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Selain itu, dilakukan distribusi kotak P3K sederhana dan sosialisasi regulasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap prosedur P3K serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya budaya keselamatan kerja. Program ini diharapkan dapat membentuk kemandirian nelayan dalam penanganan darurat serta mendorong terbentuknya lingkungan kerja pesisir yang lebih aman dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026