Perkembangan teknologi digital membawa pergeseran budaya yang signifikan bagi generasi muda, memunculkan krisis moral seperti perundungan siber dan kecanduan gawai. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi integrasi antara Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dalam membentuk karakter Islami pada generasi digital (Generasi Z dan Alfa). Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI berfungsi sebagai fondasi konten nilai substansial, sedangkan KPI berperan sebagai metodologi transmisi nilai yang adaptif. Integrasi kedua disiplin ini menghasilkan model dekodasi dakwah kreatif melalui media sosial, siniar, dan sinematografi religi. Sinergi ini terbukti krusial untuk menjembatani kekosongan ruang moralitas di era disrupsi informasi dan kecerdasan buatan, guna membentuk generasi muda yang kritis, berakhlak mulia, memiliki kesadaran ekospiritual yang tangguh, dan cakap bermedia.
Copyrights © 2026