Fenomena pengibaran bendera "Jolly Roger" dari serial One Piece menjelang peringatan Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025 memicu polemik di ruang publik, menciptakan kontestasi makna antara ekspresi budaya populer dan penghormatan simbol nasional. Penelitian ini bertujuan membedah konstruksi realitas dan strategi pembingkaian (framing) yang dilakukan oleh media daring Kompas.com dan Tempo.co dalam memberitakan kontroversi tersebut.Penelitian menggunakan analisis framing model Robert N. Entman yang meliputi empat elemen: define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Data penelitian terdiri dari delapan artikel berita yang dipublikasikan pada periode 1–8 Agustus 2025.Temuan menunjukkan perbedaan signifikan dalam pengonstruksian isu. Kompas.com dominan dengan bingkai nasionalisme-normatif, mendefinisikan masalah sebagai ancaman ideologis dan potensi makar yang mengganggu kehormatan simbol negara. Sebaliknya, Tempo.co menggunakan bingkai pluralistik-edukatif dengan memposisikan fenomena sebagai bentuk kritik sosial dan kebebasan berekspresi yang sah secara hukum. Tempo.co secara eksplisit melakukan demitologisasi melalui metafora bahwa bendera tersebut bukan simbol terlarang.
Copyrights © 2026