Tenun ikat Sikka memuat pengetahuan sosial, ekologis, estetis, dan ekonomi masyarakat lokal. Namun, pengetahuan tentang bahan pewarna alam dan makna sosial tenun belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPAS di sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi IPAS, keterampilan proses sains, dan sikap peduli budaya siswa kelas IV melalui pelatihan teknik dasar tenun ikat berbasis pewarna alam. Kegiatan dilaksanakan di Sanggar Tenun Ikat Lepo Lorun, Kabupaten Sikka, dengan pendekatan service learning berbasis kearifan lokal dan desain evaluasi one-group pretest-posttest. Peserta kegiatan terdiri atas 27 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui tes literasi IPAS, rubrik keterampilan proses, angket sikap peduli budaya, observasi, dokumentasi produk, dan wawancara singkat. Validitas isi instrumen dianalisis menggunakan Aiken's V, sedangkan reliabilitas dianalisis menggunakan Cronbach's Alpha. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, paired sample t-test, N-gain, dan Cohen's dz. Hasil menunjukkan peningkatan skor literasi IPAS dari 62,37 menjadi 84,78. Uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan, t (26) =12,20, p<0,001. N-gain sebesar 0,60 berada pada kategori sedang, sedangkan Cohen's dz sebesar 2,35 menunjukkan efek yang sangat besar. Instrumen memperoleh Aiken's V 0,84-0,92 dan Cronbach's Alpha 0,86-0,90. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pewarna alam tenun ikat Sikka efektif menjadi media kontekstual untuk mengintegrasikan IPA, IPS, pendidikan karakter, dan pelestarian budaya lokal di sekolah dasar.
Copyrights © 2026