Instalasi listrik yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di daerah pedesaan dengan pemahaman masyarakat yang masih terbatas. Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi permasalahan tersebut, di mana telah terjadi beberapa insiden kebakaran akibat korsleting listrik. Untuk mengurangi risiko tersebut, Laboratorium Tegangan Tinggi Departemen Teknik Elektro ITS melakukan program pengabdian masyarakat melalui sosialisasi bahaya korsleting listrik dan edukasi instalasi listrik rumah tangga yang aman. Kegiatan ini mencakup studi kondisi masyarakat, penyusunan modul edukasi, pelaksanaan sosialisasi, serta evaluasi dampak kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga terkait komponen instalasi listrik, prosedur pemasangan sesuai standar PUIL, serta mitigasi bahaya akibat korsleting. Selain itu, warga mulai mampu mengidentifikasi potensi bahaya pada instalasi rumah masing-masing. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim pengabdian mendorong pembentukan satgas desa serta pemanfaatan buku panduan sebagai referensi berkelanjutan. Program ini diharapkan berkontribusi pada penurunan risiko kebakaran dan peningkatan budaya keselamatan listrik di Desa Sraturejo.
Copyrights © 2026