Kurangnya materi edukatif, akses informasi, dan pengalaman praktis menjadi alasan rendahnya pemahaman mengenai sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SMP Negeri 1 Turi Lamongan, Jawa Timur. Kondisi ini membuat siswa dan guru belum memahami manfaat PLTS sebagai sumber energi ramah lingkungan dan ekonomis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Laboratorium Tegangan Tinggi Teknik Elektro ITS melaksanakan sosialisasi melalui beberapa tahapan, meliputi analisis kebutuhan energi sekolah, pemberian materi teori dan modul edukatif, serta praktik instalasi PLTS sederhana. Sebagai bentuk keberlanjutan, satu set modul pembelajaran PLTS dihibahkan kepada sekolah agar dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan sarana peningkatan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2026