Penelitian ini bertujuan mengedukasi dan menerapkan aromaterapi peppermint sebagai terapi nonfarmakologis untuk mengatasi Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien pascaoperasi dengan spinal anestesi di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Metode meliputi persiapan, edukasi pasien, pemberian aromaterapi peppermint menggunakan diffuser selama 15 menit, serta evaluasi dengan Skor Gordon sebelum dan sesudah intervensi. Responden berjumlah 30 pasien, mayoritas berusia 18–35 tahun (53,3%), perempuan (90%), dan tidak memiliki riwayat merokok (90%). Sebelum intervensi, seluruh pasien (100%) mengalami PONV, sedangkan sesudahnya hanya 40% yang masih mengalami gejala dan 60% tidak lagi mengalami PONV. Hasil ini menunjukkan aromaterapi peppermint efektif menurunkan mual dan muntah pascaoperasi. Kandungan menthol dan menthone berperan sebagai antispasmodik, menenangkan saluran pencernaan, dan memberikan efek relaksasi melalui stimulasi reseptor penciuman. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman pasien tentang terapi nonfarmakologis serta merekomendasikan aromaterapi peppermint sebagai terapi pendukung di fasilitas kesehatan. Secara keseluruhan, aromaterapi peppermint terbukti efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai alternatif terapi keperawatan holistik pada pasien pasca spinal anestesi.
Copyrights © 2026