Hiperbilirubin merupakan kondisi yang sering ditemui pada bayi baru lahir. Hiperbilirubin dapat mengancam jiwa, jika dibiarkan dapat menembus sistem syaraf dan menyebabkan kernikterus, yakni kerusakan otak permanen yang berisiko mematikan, kelumpuhan otak, atau gangguan pendengaran. Prevelensi hiperbilirubinemia ditemukan lebih tinggi pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan bayi lahir rendah dengan hiperbirubinemia. Metode yang digunakan adalah retrospektif atau pengambilan data sekunder dari bulan Desember 2025-Juni 2026 dengan pengambilan Purposive sampling yaitu sebanyak 30 case dan 30 kontrol dianalisis dengan SPSS menggunakan uji Chi-Square. Hasil yang didapatkan bahwa terdapat hubungan antara berat badan lahir rendah dengan hiperbilirubinemia yakni p= 0,037 (<0,05).
Copyrights © 2026