UMKM Rengginang Ubi di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, menghadapi tantangan multidimensi yang tidak hanya bersifat teknis seperti minimnya literasi manajemen keuangan dan pemasaran tetapi juga struktural dan sosial, termasuk dominasi kerja individual, lemahnya koordinasi antar pelaku usaha, serta belum optimalnya pemanfaatan jaringan komunitas. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025, mahasiswa Sosiologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu melakukan pendampingan berbasis pendekatan partisipatif untuk mengembangkan UMKM rengginang ubi secara kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pendampingan langsung selama periode 6 Agustus–14 September 2025. Analisis dilakukan melalui kerangka teoretis modal sosial (Putnam, 2021) dan solidaritas komunitas (Durkheim, 2022). Hasil menunjukkan bahwa intervensi KKN berhasil mentransformasi pola kerja individual menjadi kerja kolektif melalui pembentukan Komunitas Rengginang Ubi Sumber Sari. Proses ini merevitalisasi nilai gotong royong, memperkuat bonding social capital, dan mendorong transisi dari solidaritas mekanis menuju solidaritas organik melalui diferensiasi peran produksi, keuangan, dan pemasaran digital. Inovasi produk (tiga varian rasa baru), pengelolaan media sosial bersama, serta penyusunan SOP produksi menjadi wujud nyata penguatan struktur sosial ekonomi lokal. Meski demikian, tantangan seperti ketergantungan pada fasilitator eksternal, rendahnya literasi digital, dan potensi konflik internal masih mengancam keberlanjutan dinamika partisipatif. Studi ini menegaskan bahwa pengembangan UMKM di pedesaan harus berakar pada penguatan modal sosial dan solidaritas komunitas, bukan hanya peningkatan kapasitas teknis semata. Pendekatan sosiologis menjadi kunci dalam membangun ekonomi lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada kearifan sosial masyarakat.
Copyrights © 2026