Perubahan struktur demografi di Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia berdampak pada meningkatnya beban generasi usia produktif. Kondisi ini memunculkan fenomena sandwich generation, yaitu individu yang memiliki tanggung jawab terhadap lebih dari satu generasi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penekanan nilai balas budi anak kepada orang tua terhadap terjadinya fenomena sandwich generation. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Subjek penelitian adalah 66 individu usia produktif di Desa Bonandolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan uji normalitas serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat pengaruh signifikan antara penekanan nilai balas budi anak dengan fenomena sandwich generation (sig. 0,000 < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,825 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penekanan nilai balas budi dalam keluarga, maka semakin besar kecenderungan individu untuk mengalami peran sebagai sandwich generation.
Copyrights © 2026