Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium rill dan virtual terhadap kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa pada materi fluida statis di kelas XI SMA. Metode penelitian yang digunakan berupa kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest nonquivalent group design. Populasi penelitian seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sunggal yang berjumlah 12 kelas. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI-8 sebagai kelas eksperimen I diterapkan model inkuiri terbimbimbing menggunakan laboratorium riil dan kelas XI-1 sebagai kelas eksperimen II diterapkan model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium virtual, kedua kelas sampel masing-masing berjumlah 35 siswa. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi sudah divalidasi oleh ahli. Hasil pretest dan posttest berpikir kritis kelas eksperimen I sebesar 30,81 dan 75,36, pada kelas eksperimen II nilai pretest 33,86 dan posttest 72,55. Hasil observasi awal dan akhir kemampuan kolaborasi kelas eksperimen I sebesar 39,48 dan 78,14, pada eksperimen II observasi awal dan akhir sebesar 39,33 dan 74,24. Data dianalisis menggunakan uji t dua pihak, uji Man Whitney, Multiivariate Analysis of Variance (MANOVA), dan N-gain. Hasil uji t dua pihak menunjukkan kesamaan kemampuan awal berpikir kritis, uji Man Whitney menunjukkan kemampuan awal kolaborasi siswa sama. Hasil uji MANOVA diperoleh ada pengaruh yang signifikan penerapan model inkuiri terbimbing menggunakan laboratorium riil dan virtual terhadap kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa. Peningkatan N-gain kelas eksperimen I kemampuan berpikir kritis sebesar 0,65 dan kolaborasi sebesar 0,64 dikategorikan sedang. Peningkatkan N-gain kelas eksperimen II kemampuan berpikir kritis sebesar 0,58 dan kolaborasi sebesar 0,57 dikategorikan sedang.
Copyrights © 2026