Dewasa muda dituntut untuk mampu menentukan arah kehidupan pribadi, sosial, dan karirnya. Namun, keyakinan individu terhadap kemampuannya (self-efficacy) berpengaruh pada pengambilan keputusan individu. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-efficacy dengan lima gaya pengambilan keputusan yaitu rational, intuitive, dependent, avoidant, dan spontaneous pada dewasa muda. Penelitian ini melibatkan 385 partisipan dewasa muda berusia 17-25 tahun menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah General Self-Efficacy Scale (GSE) dan General Decision Making Style (GDMS). Hasil menunjukan self-efficacy berkorelasi positif dan signifikan dengan decision making (ρ = 0,373, p < 0,001) dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang, juga self-efficacy dan pengambilan keputusan partisipan laki-laki cenderung lebih tinggi (ρ = 0,461) dibandingkan perempuan (ρ = 0,292). Ketika dianalisis per dimensi, self-efficacy berkorelasi signifikan dengan gaya pengambilan keputusan rational (ρ = 0,535, p < 0,001) yang mengindikasikan bahwa individu dengan tingkat self-efficacy yang lebih tinggi cenderung mengambil keputusan yang berbasis analisis. Korelasi positif yang signifikan juga ditemukan pada dimensi intuitive (ρ = 0,377, p < 0,001) dan dependent (ρ = 0,293, p < 0,001). Gaya pengambilan keputusan spontaneous berkorelasi secara signifikan namun dengan kekuatan yang sangat lemah (ρ = 0,123, p = 0,016). Sebaliknya, tidak ditemukan korelasi antara self-efficacy dan gaya pengambilan keputusan avoidant (ρ = −0,040, p = 0,429) yang mengindikasikan bahwa self-efficacy tidak memprediksi kecenderungan individu untuk menghindari pengambilan keputusan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan self-efficacy dapat menjadi strategi yang relevan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan pada dewasa muda.
Copyrights © 2026