Fenomena kemerosotan moral dan intimidasi antarsiswa tingkat dasar menjadi persoalan krusial di MIS Rumah Qur’ani Imam Bukhari Ternate. Kajian ini didasari oleh urgensi menghadirkan sistem pembinaan akhlak yang persuasif sekaligus preventif, alih-alih bersandar pada regulasi yang memaksa. Tujuan riset adalah membedah perencanaan dan eksekusi internalisasi nilai karakter bersumber Al-Qur'an. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan agar mampu memotret dan mengurai realitas interaksi edukatif secara alamiah di madrasah, dengan pisau analisis interaktif model Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan keberhasilan penstrukturan karakter lewat "Kurikulum Merdeka berbasis cinta" yang mewajibkan Metode Ummi sebagai muatan lokal, sehingga Al-Qur'an menjadi jiwa lingkungan sekolah (the living Qur'an). Internalisasi ini diakselerasi oleh keteladanan guru sebagai murabbi, rutinitas ibadah ('addah), dan kolaborasi dengan orang tua. Disimpulkan bahwa pembiasaan kasih sayang (rahmah) efektif mereduksi agresivitas anak tanpa sanksi kaku, sehingga penanaman nilai-nilai karakter berbasis Al-Qur'an di MIS Rumah Qur’ani Imam Bukhari Ternate terbukti secara efektif mampu membentuk akhlak karimah pada siswa madrasah. Riset masa depan direkomendasikan melakukan studi banding pada sekolah umum yang heterogen serta uji longitudinal guna meninjau ketahanan karakter lulusan..
Copyrights © 2026