Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Cultural Communication Messages in the Dabus Traditions of Ternate and Tidore Makbul A. H Din; Mubaddilah Rafa'al; Asri Ode Samura; Muhdi Alhadar
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i2.1997

Abstract

The formation of cultural communication messages, the meanings and symbols ingrained in the Dabus culture, the rituals used to transmit cultural messages, and the parallels and discrepancies between Ternate and Tidore are all examined in this study. The study investigates the subjective experiences of Dabus performers and participants using a qualitative phenomenological approach, emphasizing processes, motives, and messages. Purposive sampling was used to choose informants based on their involvement, competence, and experience. Observation, in-depth interviews, and document analysis were used to gather data, which was then inductively evaluated to find new meaning patterns. The results demonstrate how ritual symbols, social contact, and group involvement are used in the Dabus tradition to generate cultural communication messages that reflect religious, social, and historical significance. Through ceremonial phases and group activities, the tradition serves as a vehicle for the symbolic communication of religious ideals, bravery, social unity, and collective identity. While the ritual's role as a symbolic medium for communicating religious beliefs and social unity is comparable in all locations, the focus on meaning and symbolic orientation is different.
Penanaman Nilai-Nilai Karakter Berbasis Al-Qur'an pada Siswa MIS Rumah Qur’ani Imam Bukhari Ternate Nurdiana Sangaji; Muhammad Zein; Muhdi Alhadar
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8843

Abstract

Fenomena kemerosotan moral dan intimidasi antarsiswa tingkat dasar menjadi persoalan krusial di MIS Rumah Qur’ani Imam Bukhari Ternate. Kajian ini didasari oleh urgensi menghadirkan sistem pembinaan akhlak yang persuasif sekaligus preventif, alih-alih bersandar pada regulasi yang memaksa. Tujuan riset adalah membedah perencanaan dan eksekusi internalisasi nilai karakter bersumber Al-Qur'an. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan agar mampu memotret dan mengurai realitas interaksi edukatif secara alamiah di madrasah, dengan pisau analisis interaktif model Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan keberhasilan penstrukturan karakter lewat "Kurikulum Merdeka berbasis cinta" yang mewajibkan Metode Ummi sebagai muatan lokal, sehingga Al-Qur'an menjadi jiwa lingkungan sekolah (the living Qur'an). Internalisasi ini diakselerasi oleh keteladanan guru sebagai murabbi, rutinitas ibadah ('addah), dan kolaborasi dengan orang tua. Disimpulkan bahwa pembiasaan kasih sayang (rahmah) efektif mereduksi agresivitas anak tanpa sanksi kaku, sehingga penanaman nilai-nilai karakter berbasis Al-Qur'an di MIS Rumah Qur’ani Imam Bukhari Ternate terbukti secara efektif mampu membentuk akhlak karimah pada siswa madrasah. Riset masa depan direkomendasikan melakukan studi banding pada sekolah umum yang heterogen serta uji longitudinal guna meninjau ketahanan karakter lulusan..
Exploring the Intersection of Religion and Culture: A Phenomenological Inquiry into the Cokaiba Tradition among the Fagogoru Community in Central Halmahera Regency Muhdi Alhadar; Rahmat Rahmat; Fahima Assagaf; Wassam Muhammad Khitab
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 35 No. 1 (2024): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v35i1.4227

Abstract

In sociological contexts, the interaction between culture and religious content naturally reflects the dynamic nature of social phenomena, arising from the harmonization of societal norms and religious principles. The Cokaiba tradition exemplifies this intersection, blending cultural heritage with Islamic commemoration. This study utilizes a phenomenological approach to explore the significance of the Cokaiba tradition within Halmahera society in North Maluku, aiming to elucidate broader perspectives on the interplay between culture and religion. Through qualitative research rooted in phenomenology, this study investigates the dynamics of the Cokaiba tradition within the Fagogoru Community in Central Halmahera, North Maluku. Data collection involves immersive engagement with key informants, including religious figures, community leaders, practitioners of the tradition, and local residents, through interviews, observations, and documentation. Findings reveal the emergence of Cokaiba as a fusion of cultural heritage and Islamic celebration, embodying principles of monotheism and serving as a means to propagate Islam within the region. Despite diverse interpretations, the convergence of religion and culture within Cokaiba fosters harmonious coexistence, facilitating the integration of religious values with cherished cultural practices. However, limitations include the challenge of fully capturing individual experiences and perceptions with a phenomenological approach and the potential lack of generalizability due to the study's focus on the Fagogoru Community. Future research incorporating a broader range of perspectives and cultural contexts would enhance understanding of the intricate dynamics between religion and culture manifested in traditions like Cokaiba.
PENGARUH ORGANISASI SANTRI TERHADAP KECERDASAN IES (INTELEKTUAL, EMOSIONAL DAN SPIRITUAL) PESERTA DIDIK DI PESANTREN HARISUL KHAIRAAT OME KOTA TIDORE KEPULAUAN Rival Salasa; Muhammad Zein; Muhdi Alhadar
Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Ikhtibar Nusantara
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62901/j-ikhsan.v5i3.620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh organisasi santri terhadap kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik di Pondok Pesantren Harisul Khairaat Ome Kota Tidore Kepulauan. Organisasi santri merupakan salah satu wadah pembinaan yang berperan dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, serta pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, keberadaan organisasi santri diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian berjumlah 53 peserta didik dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dengan skala Likert. Sebelum digunakan, instrumen penelitian diuji validitas menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan diuji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas, serta analisis regresi linear sederhana. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t (parsial) dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi santri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 28,181 + 0,420X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan organisasi santri akan meningkatkan skor kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual sebesar 0,420. Hasil uji t memperoleh nilai t hitung sebesar 3,268 dengan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian, organisasi santri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual peserta didik di Pondok Pesantren Harisul Khairaat Ome Kota Tidore Kepulauan.