Kangkung Lombok merupakan komoditas sayuran lokal yang memiliki nilai ekonomi, budaya, dan konsumsi tinggi bagi masyarakat Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap Kangkung Lombok serta menganalisis atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian di Pasar Induk Mandalika Kota Mataram. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis konsumen Kangkung Lombok. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive karena Pasar Induk Mandalika merupakan salah satu pusat perdagangan sayuran terbesar di Kota Mataram. Sebanyak 50 responden dipilih melalui teknik accidental sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara berbasis kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan dokumen pendukung. Atribut produk yang dianalisis meliputi tekstur batang, periode panen, asal budidaya, warna, dan harga. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi atribut yang paling disukai konsumen adalah Kangkung Lombok dengan tekstur batang mudah patah, periode panen pertama atau kedua, berasal dari Narmada/Suranadi/Lingsar, berwarna hijau muda, dan harga kurang dari Rp2.000 per ikat. Atribut yang paling dipertimbangkan konsumen adalah tekstur batang dengan nilai kepentingan 24,955, diikuti oleh warna, harga, asal budidaya, dan periode panen. Model konjoin dinilai layak karena nilai Pearson’s R sebesar 0,918 dengan signifikansi 0,001. Temuan ini menegaskan bahwa kelembutan batang, kesegaran visual, keterjangkauan harga, dan reputasi asal budidaya merupakan dasar penting dalam pembentukan preferensi konsumen. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pedagang dan petani untuk menyesuaikan mutu produk dengan preferensi pasar.
Copyrights © 2026