Gangguan mental adalah salah satu isu kesehatan yang masih menjadi fokus di Indonesia, termasuk di daerah kepulauan seperti Kecamatan Damau di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kendala dalam mengakses layanan kesehatan, kondisi geografis yang khas dari wilayah kepulauan, serta pemahaman masyarakat yang rendah tentang kesehatan mental menimbulkan kesulitan bagi keluarga dalam merawat anggota yang mengalami gangguan mental. Keluarga berperan sangat penting sebagai pengasuh utama untuk mendukung proses pengobatan, perawatan, dan pemulihan anggota keluarga yang memiliki gangguan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami fenomena gangguan mental di Kecamatan Damau, menggali pengalaman dan pemahaman keluarga sebagai pengasuh, mengevaluasi beban yang mereka rasakan, serta mengetahui bentuk dukungan yang dibutuhkan oleh keluarga dalam merawat anggota yang mengalami gangguan mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian terdiri dari lima keluarga yang berperan sebagai pengasuh dan satu informan kunci dari tenaga kesehatan puskesmas data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memainkan peran yang krusial dalam mengawasi pengobatan, memberikan pendampingan, serta dukungan emosional kepada anggota keluarga yang menderita gangguan mental. Sebagian besar keluarga dapat memahami tanda-tanda dan gejala dari gangguan mental, meskipun pengetahuan mereka masih terbatas. Keluarga juga mengalami beban psikologis, sosial, dan ekonomi dalam menjalankan peran mereka sebagai pengasuh. Dukungan dari tenaga kesehatan, edukasi mengenai kesehatan mental, dan ketersediaan obat-obatan adalah kebutuhan yang sangat diperlukan oleh keluarga.
Copyrights © 2026