Tingkat kecelakaan kerja pada sektor konstruksi masih relatif tinggi, sehingga penanaman budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sejak dini pada calon tenaga kerja di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMK Negeri 2 Surakarta mengenai keselamatan konstruksi untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja saat memasuki dunia industri. Mitra kegiatan adalah siswa dari program keahlian yang berhubungan dengan konstruksi di SMK Negeri 2 Surakarta. Metode pelaksanaan dilakukan dengan menyampaikan materi (sosialisasi edukatif terkait regulasi K3, identifikasi bahaya, penggunaan Alat Pelindung Diri/APD, dan manajemen risiko), diskusi dan sesi tanya jawab, diakhiri dengan kuis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa skor pemahaman siswa tentang keselamatan konstruksi berdasarkan kuis yang diberikan mencapai 85%. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terbentuk budaya keselamatan yang kuat di lingkungan sekolah untuk menciptakan generasi pekerja konstruksi yang sadar terhadap risiko dan zero-accident.
Copyrights © 2026