Imunisasi polio merupakan upaya preventif yang bertujuan melindungi anak dari infeksi poliomyelitis, suatu penyakit yang dapat memicu kelumpuhan permanen. Pemberian vaksin polio primer dilakukan sebaanyak empat kali, ialah saat bayi berusia 0-4 bulan . Program imunisasi ini menjadi strategi utama dalam pencegahan polio, di mana keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap ibu dalam membawa anak untuk memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Data awal di Puskesmas Pauh Kota Padang menunjukkan masih adanya balita yang belum memperoleh imunisasi polio secara lengkap. Berdasarkan kondisi tersebut, riset ini mempunyai tujuan mengkaji ikatan antara tingkat wawasan dan sikap ibu dengan pelaksanaan imunisasi polio pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang. Riset ini memakai desain kuantitatif pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi semua ibu yang mempunyai balita, dengan jumlah sampel sejumlah 79 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai perhitungan Rumus Slovin.Pengumpulan data dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner dan pemeriksaan buku KIA. Variabel independen dalam riset ini ialah pengetahuan dan sikap ibu, sementara variabel dependen yaitu status kelengkapan imunisasi polio anak balita. Data dikaji secara bivariat dan univariat memakai uji Chi-Square. Hasil riset memperlihatkan bahwa mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah (77,2%), menunjukkan sikap negatif terhadap imunisasi (83,5%), serta lebih dari setengah balita belum mendapatkan imunisasi polio secara lengkap (55,7%).
Copyrights © 2026