Pertumbuhan kawasan pesisir-industri menghadapi tantangan berupa peningkatan residu lingkungan dan kerentanan sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini menganalisis transformasi sosiologis melalui rekayasa teknologi dalam penguatan ekonomi masyarakat pesisir Kota Bontang melalui program Waste-Free Ocean for Future-Fit Society yang diinisiasi PT Badak NGL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, sedangkan analisis dilakukan menggunakan kerangka Social Innovation Spiral. Data diperoleh melalui wawancara dengan para pemangku kepentingan serta analisis dokumen lingkungan, sosial-demografis, dan Life Cycle Assessment (LCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mengimplementasikan enam tahapan inovasi sosial secara integratif, mulai dari identifikasi permasalahan, perumusan solusi, pengembangan purwarupa teknologi sirkular, hingga penguatan keberlanjutan, perluasan dampak, dan perubahan sistemik. Inovasi yang dihasilkan, termasuk alat Sopan Teri, mampu memperkuat kemandirian kelembagaan melalui pembentukan dana kas kelompok, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta memberikan manfaat ekonomi kepada 15.387 penerima manfaat. Program juga mendorong terbentuknya budaya ekologis, memperbaiki rantai nilai pemasaran dengan mengurangi ketergantungan pada tengkulak, serta melahirkan kebijakan formal melalui Surat Edaran Pemerintah Kelurahan Tanjung Laut Indah. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pendekatan ini terbukti mendukung pengurangan Global Warming Potential (GWP) dan potensi food loss hasil perikanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan tata kelola rantai pasok berbasis ekonomi sirkular serta peningkatan regulasi menjadi Peraturan Daerah untuk mendukung replikasi pembangunan pesisir yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026