Edukasi kesehatan reproduksi berbasis masyarakat merupakan strategi penting dalam meningkatkan literasikesehatan dan mendorong perilaku reproduksi yang bertanggung jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa RantauTijang dengan sasaran masyarakat dewasa, khususnya kelompok usia di atas 30 tahun yang berperan sebagai orangtua dan pengambil keputusan dalam keluarga. Partisipasi peserta tergolong baik dan konsisten hingga akhir sesi.Diskusi menunjukkan antusiasme tinggi, dengan fokus pada pemilihan kontrasepsi aman bagi perempuan usia >35tahun, risiko kehamilan usia lanjut, keputihan, serta tanda peringatan dini kanker payudara dan serviks. Peserta jugamenyatakan memperoleh pemahaman sistematis mengenai fungsi fisiologis sistem reproduksi dan upayapencegahan penyakit. Tinjauan literatur mendukung efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi dalammeningkatkan pengetahuan, penggunaan kontrasepsi yang tepat, serta menurunkan perilaku seksual berisiko dankehamilan tidak diinginkan. Namun, implementasi pendidikan reproduksi di Indonesia masih bersifat parsial danbelum terintegrasi optimal antara sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini belum menggunakan desainevaluasi kuantitatif pretest-posttest sehingga dampak peningkatan pengetahuan belum terdokumentasi secaranumerik. Secara keseluruhan, intervensi berbasis ceramah interaktif dan diskusi kontekstual budaya menunjukkanefektivitas dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Integrasi evaluasi kuantitatif direkomendasikan untukmemperkuat validitas dampak program di masa mendatang.
Copyrights © 2026