Transmisi bahasa Jawa kepada anak usia dini menghadapi tantangan berupa berkurangnya penggunaan bahasa daerah di rumah, dominasi bahasa Indonesia, dan terbatasnya kesempatan anak mempraktikkan unggah-ungguh dalam situasi autentik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan desain, pelaksanaan, dan evaluasi program Javanese Day dalam menstimulasi penggunaan bahasa Jawa serta nilai sopan santun pada anak usia 5–6 tahun di TK Pertiwi Sowan Kidul, Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru, dan dokumentasi program. Analisis dilakukan secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan; kredibilitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Javanese Day dilaksanakan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tiga strategi utama yang teridentifikasi ialah pembiasaan bahasa Jawa dalam rutinitas nyata, bercerita dengan dukungan media visual dan kosakata krama, serta permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng, jamuran, dan dakon. Program menyediakan konteks berulang bagi anak untuk menggunakan ungkapan sopan, memahami hubungan bahasa dengan situasi sosial, serta mengalami budaya melalui aktivitas yang menyenangkan. Meskipun demikian, data kualitatif tidak cukup untuk menyimpulkan peningkatan karakter secara kausal. Kontribusi penelitian terletak pada perumusan Kerangka JAWA (Jati diri dan tujuan nilai, Aktivitas autentik dan pembiasaan, Wahana multimodal dan translanguaging, serta Asesmen perkembangan dan aliansi keluarga-sekolah) sebagai model operasional penguatan program bahasa warisan di PAUD.
Copyrights © 2024