Ika Puji Astuti
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEGIATAN PEMBELAJARAN TK BUMI UKIR BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA DI JEPARA Anita Afrianingsih; Indah Sa'adah; Ika Puji Astuti; Aulia Putri Salsabillah; Miladia Haritsa Junaidi; Nanik Farida; Fitriani Nor Hidayah; Al Musdalifah
Tumbuh Kembang: Kajian Teori dan Pembelajaran PAUD Vol 8, No 1 (2021): JURNAL TUMBUH KEMBANG EDISI MEI
Publisher : FKIP Universitas sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v8i1.13771

Abstract

Culture, being a very important thing to instill in early childhood, local culture, especially where children live, plays an important role in shaping children's character in receiving learning about themselves and their world, introducing local culture to children from an early age serves to instill attitudes, behaviors, personalities and manners, love the country and foster a spirit of nationalism in children. The purpose of this research on learning activities based on local cultural wisdom in Jepara is to introduce the values of local cultural wisdom in Jepara to early childhood and to examine more deeply about local culture-based learning models. The approach method used is a case study qualitative research method with data collection methods carried out through observation and through several activities, namely planning, model design, material procurement and curriculum and media trials based on local cultural wisdom. APE SINDU stands for Sinau Budoyo. The subjects of this study were children aged 5-6 years. The results of this activity research indicate that learning activities based on the wisdom of local culture in Jepara using the SINDU educational game tool can make it easier for children to get to know and know the local culture in Jepara, learning is also more interesting and interactive.
Stimulasi Unggah-Ungguh dan Nilai Budaya Jawa melalui Program Javanese Day Pada Anak Usia 5–6 Tahun: Studi Kasus di Tk Pertiwi Sowan Kidul, Jepara Ika Puji Astuti; Dwiana Asih Wiranti
Vilvatikta: Jurnal Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/vilvatikta.v2i1.26

Abstract

Transmisi bahasa Jawa kepada anak usia dini menghadapi tantangan berupa berkurangnya penggunaan bahasa daerah di rumah, dominasi bahasa Indonesia, dan terbatasnya kesempatan anak mempraktikkan unggah-ungguh dalam situasi autentik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan desain, pelaksanaan, dan evaluasi program Javanese Day dalam menstimulasi penggunaan bahasa Jawa serta nilai sopan santun pada anak usia 5–6 tahun di TK Pertiwi Sowan Kidul, Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru, dan dokumentasi program. Analisis dilakukan secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan; kredibilitas diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Javanese Day dilaksanakan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tiga strategi utama yang teridentifikasi ialah pembiasaan bahasa Jawa dalam rutinitas nyata, bercerita dengan dukungan media visual dan kosakata krama, serta permainan tradisional seperti cublak-cublak suweng, jamuran, dan dakon. Program menyediakan konteks berulang bagi anak untuk menggunakan ungkapan sopan, memahami hubungan bahasa dengan situasi sosial, serta mengalami budaya melalui aktivitas yang menyenangkan. Meskipun demikian, data kualitatif tidak cukup untuk menyimpulkan peningkatan karakter secara kausal. Kontribusi penelitian terletak pada perumusan Kerangka JAWA (Jati diri dan tujuan nilai, Aktivitas autentik dan pembiasaan, Wahana multimodal dan translanguaging, serta Asesmen perkembangan dan aliansi keluarga-sekolah) sebagai model operasional penguatan program bahasa warisan di PAUD.