Generasi Z di Indonesia kini mulai memasuki dunia kerja, namun pada waktu yang bersamaan banyak di antara mereka harus menghadapi kenyataan sebagai sandwich generation, yaitu kelompok yang menanggung beban ekonomi ganda dengan tuntutan memenuhi kebutuhan orang tua atau adik yang bergantung secara finansial. Beban ganda ini semakin berat di tengah kenaikan biaya hidup dan sistem jaminan sosial yang belum memadai serta rendahnya pemahaman literasi keuangan serta besarnya beban nafkah keluarga turut memperbesar tingkat stres dan mempersulit pengambilan keputusan finansial yang rasional.. Tumpukan tekanan semacam ini membuka peluang munculnya kelelahan kerja (burnout) sekaligus tekanan finansial yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan mental yang dapat menyebabkan depresi. Tulisan ini disusun untuk mengkaji sejauh mana burnout dan tekanan finansial memengaruhi kondisi kesehatan mental Generasi Z yang menyandang peran sebagai sandwich generation. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan studi pustaka atas artikel-artikel jurnal, baik nasional maupun internasional, yang membahas burnout, tekanan finansial, kesehatan mental, Generasi Z, dan fenomena sandwich generation dalam rentang tahun 2018 hingga 2025. Tulisan ini menawarkan sejumlah rekomendasi, antara lain penguatan layanan kesehatan mental yang ramah bagi kalangan muda, peningkatan edukasi literasi keuangan, serta pembenahan kebijakan ketenagakerjaan dan jaminan sosial agar lebih responsif terhadap realitas keluarga lintas generasi.
Copyrights © 2026